1.
Tujuan
Pendidikan
Tujuan pendidikan merupakan sesuatu yang
ingin dicapai oleh kegiatan pendidikan.
B.Suryosubroto
(2010:10-15), mengemukakan bahwa tujuan pendidikan diuraikan menjadi empat
macam yaitu sebagai berikut.
a. Tujuan
Pendidikan Nasional
b. Tujuan
Institusional, adalah perumusan secara umum pola perilaku dan pola kemampuan
yang harus dimiliki oleh lulusan suatu lembaga pendidikan.
c. Tujuan
Kurikuler, ditentukan oleh tujuan institusional lembaga pendidikan
masing-masing. Tujuan ini berhubungan dengan tujuan dan masing-masing bidang
studi atau mata kuliah yang diberikan kepada siswa.
d. Tujuan
Instruksional, adalah rumusan secara terperinci apa saja yang harus dikuasai
siswa atau anak didik sesudah ia melewati kegiatan instruksional yang
bersangkutan dengan berhasil.
Sutari Imam Barnadib (1984:50-51) dalam
Suwarno Wiji (2009:34-35), dengan merangkum pendapat Lavengeld, membedakan enam
tujuan pendidikan yaitu sebagai berikut.
a. Tujuan
umum, adalah tujuan yang akan dicapai di akhir proses pendidikan, yaitu tercapainya
kedewasaan jasmani dan ruhani anak didik.
b. Tujuan
khusus, adalah pengkhususan tujuan umum atas dasar usia, jenis kelamin, sifat,
bakat, inteligensi, lingkungan sosial-budaya, tahap-tahap perkembangan,
tuntutan syarat pekerjaan, dan sebagainya.
c. Tujuan
tidak lengkap, adalah tujuan yang menyangkut sebagian aspek manusia, misalnya
aspek psikologis, biologis, atau sosiologis saja.
d. Tujuan
sementara, adalah tujuan yang sifatnya sementara. Ketika tujuan sementara
berhasil dicapai, tujuan itu akan ditinggalkan dan diganti dengan tujuan lain.
Misalnya, orangtua ingin anaknya berhenti merokok, dengan cara mengurangi uang
sakunya. Kalau tujuan tersebut sudah tercapai, lalu diganti dengan tujuan lain
misalnya agar tidak suka begadang.
e. Tujuan
intermediet, adalah tujuan perantara bagi tujuan lainnya yang pokok. Misalnya,
anak dibiasakan untuk menyapu halaman, maksudnya agar ia kelak mempunyai rasa
tanggung jawab.
f. Tujuan
incidental, adalah tujuan yang dicapai pada saat-saat tertentu, yang sifatnya
seketika dan spontan. Misalnya, orangtua menegur anaknya agar berbicara sopan.
Menurut
Bloom, tujuan pendidikan dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut.
a. Cognitive Domain
Cognitive Domain
meliputi kemampuan-kemampuan yang diharapkan dapat tercapai setelah dilakukannya
proses belajar-mengajar. Kemampuan tersebut meliputi pengetahuan, pengertian,
penerapan, analisis, sintesis, dan evaluasi. Keenam kemampuan tersebut bersifat
hierarkis. Artinya, untuk mencapai semuanya harus sudah memiliki kemampuan
sebelumnya.
b. Affective Domain
Berupa
kemampuan untuk menerima, menjawab, menilai, membentuk, dan mengarakterisasi.
c. Psychomotor
Domain
Terdiri
dari kemampuan persepsi, kesiapan, dan respons terpimpin.
Menurut Umar dan S.L.La Sulo
(2005:38-39), tujuan pendidikan bersifat umum, ideal, dan kandungannya sangat
luas sehingga sangat sulit untuk dilaksanakan didalam praktek. Sedangkan
pendidikan harus berupa tindakan yang ditujukan kepada peserta didik dalam
kondisi tertentu, tempat tertentu, dan waktu tertentu dengan menggunakan alat
tertentu. Pelaksanaannya hanya mungkin apabila tujuan yang ingin dicapai itu
dibuat jelas (eksplisit), konkret, dan lingkup kandungannya terbatas. Dengan
kata lain tujuan umum perlu dirinci sehingga menjadi tujuan yang lebih khusus
dan terbatas agar mudah direalisasikan di dalam praktek.
Coba
bandingkan 3 macam tujuan berikut ini.
a. Membimbing
peserta didik agar menjadi manusia berjiwa Pancasila (sangat abstrak, umum,
luas, dan sulit direalisasikan).
b. Menumbuhkan
jiwa demokratis pada diri peserta didik (masih bersifat umum, belum mudah
direalisasi).
c. Memberikan
kesempatan kepada peserta didik untuk mengajukan pendapat (lingkupnya terbatas
dan mudah dilaksanakan).
Ada beberapa hal yang menyebabkan mengapa
tujuan khusus itu diperlukan, yaitu:
a. pengkhususan
tujuan memungkinkan dilaksanakannya tujuan umum melalui proses pendidikan,
b. adanya
kekhususan dari peserta didik, yang berkenaan dengan jenis kelamin, pembawaan
dan minatnya, kemampuan orang tuanya, lingkungan masyarakatnya,
c. kepribadian
yang menjadi sasaran untuk dibentuk atau dikembangkan bersifat kompleks
sehingga perlu dirinci dan dikhususkan, aspek apa yang dikembangkan,
d. adanya
tahap-tahap perkembangan pendidikan. Misalnya: tujuan SD, tujuan SMP, dan
seterusnya,
e. adanya
kekhususan masing-masing lembaga penyelenggara pendidikan seperti pendidikan
kesehatan, pertanian, dan lain-lain,
f. adanya
tuntutan persyaratan pekerjaan di lapangan yang harus dipenuhi oleh peserta
didik sebagai pilihannya,
g. diperlukannya
teknik tertentu yang menunjang pencapaian tujuan lebih lanjut misalnya membaca
dan menulis dalam waktu yang relatif pendek,
h. adanya
kondisi situasional. Misalnya ada murid yang berprestasi, guru lalu memberi
pujian dengan tujuan murid terdorong untuk belajar lebih giat (reinforcement),
i.
kemampuan yang
ada pada pendidik.
2.
Fungsi
Tujuan Pendidikan
Menurut Umar dan S.L.La Sulo (2005:37), tujuan
pendidikan memuat gambaran tentang nilai-nilai yang baik, luhur, pantas, benar,
dan indah untuk kehidupan. Karena itu tujuan pendidikan memiliki dua fungsi yaitu
memberikan arah kepada segenap
kegiatan pendidikan dan merupakan sesuatu
yang ingin dicapai oleh segenap kegiatan pendidikan.
3.
Perlunya
Tujuan Pendidikan
Menurut Umar dan S.L.La Sulo (2005:37), sebagai
suatu komponen pendidikan, tujuan pendidikan menduduki posisi penting di antara
komponen-komponen pendidikan lainnya. Dapat dikatakan bahwa segenap komponen
dari seluruh kegiatan pendidikan dilakukan semata-mata terarah kepada atau
ditujukan untuk pencapaian tujuan tersebut. Dengan demikian maka kegiatan-kegiatan
yang tidak relevan dengan tujuan tersebut dianggap menyimpang, tidak
fungsional, bahkan salah, sehingga harus dicegah terjadinya. Disini terlihat
bahwa tujuan pendidikan itu bersifat normatif, yaitu mengandung unsur norma
yang bersifat memaksa, tetapi tidak bertentangan dengan hakikat perkembangan
peserta didik serta dapat diterima oleh masyarakat sebagai nilai hidup yang
baik.
Sumber:
1. Prof.
Dr. Umar Tirtarahardja dan Drs. S. L. La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. PT
Rineka Cipta. Jakarta
2. Suwarno,
Wiji. 2009. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Ar-Ruzz Media. Jogjakarta
3. Suryosubroto.B, Drs. 2010. Beberapa Aspek Dasar-Dasar Kependidikan. PT. Rineka Cipta. Jakarta


0 komentar:
Posting Komentar