Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Selasa, 23 Maret 2021

Pranata Pendidikan

 

Pendidikan merupakan proses memanusiakan manusia secara manusiawi yang harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi serta perkembangan zaman.[1] Sedangkan masyarakat adalah tempat orang-orang hidup bersama yang menghasilkan kebudayaan (Selo Soemardjan dan Soelaiman)[2]. Masyarakat berfungsi sebagai penerus budaya dari generasi ke generasi  selanjutnya secara dinamis sesuai situasi dan kondisi serta kebutuhan masyarakat, melalui pendidikan dan interaksi sosial. Dengan demikian pendidikan dapat diartikan sebagai sosialisasi.

A.      Pendidikan Masyarakat Tradisional

Pendidikan tradisional (konsep lama) sangat menekankan pentingnya penguasaan bahan pelajaran. Pendidikan tradisional telah menjadi sistem yang dominan di tingkat pendidikan dasar dan menengah sejak paruh kedua abak ke-19, dan mewakili puncak pencarian elektik atas satu sistem terbaik.

Dalam kebudayaan masyarakat sederhana agen pendidikan yang formal termasuk di dalamnya kelauarga dan kerabat. Sedangkan sekolah muncul relative terlambat dalam lingkungan masyarakat sederhana. Adapun beberapa kondisi yang mendorong timbulnya lembaga pendidikan (sekolah) dalam masyarakat sederhana adalah sebagai berikut. [3]

1.         Perkembangan agama dan kebutuhan untuk mendidik para calon ulama, pendeta, dll.

2.         Pertumbuhan dari dalam (lingkungan masyarakat itu sendiri) atau pengaruh dari luar.

3.         Pembagian kerja dalam masyarakat yang menuntut keterampilan dan dan teknik khusus.

4.         Konflik dalam masyarakat yang mengancam nilai-nilai tradisional dan akhirnya menuntut pendidikan untuk menguatkan penerimaan nilai-nilai warisan budaya.

 

Ciri utama pendidikan tradisional termasuk :

1.      anak-anak biasanya dikirim ke sekolah di dalam wilayah geografis distrik tertentu,

2.      mereka kemudian dimasukkan ke kelas-kelas yang biasanya dibeda-bedakan berdasarkan umur,

3.      anak-anak masuk sekolah di tiap tingkat menurut berapa usia mereka pada waktu itu

4.      mereka naik kelas setiap habis satu tahun ajaran,

5.      prinsip sekolah otoritarian, anak-anak diharap menyesuaikan diri dengan tolok ukur perilaku yang ada

6.      guru memikul tanggung jawab pengajaran, berpegang pada kurikulum yang sudah
ditetapkan

7.      sebagian besar pelajaran diarahkan oleh guru dan berorientasi pada teks,

8.      promosi tergantung pada penilaian guru,

9.      kurikulum berpusat pada subjek pendidik,

10.  bahan ajar yang paling umum tertera dalam kurikulum adalah buku-buku teks.

 

Pendidikan Tradisional:

1.      Guru berbicara murid menyimak

2.      One man show dimana guru menjadi satu-satunya pelaku pendidikan

3.      Tatanan bangku berurut

4.      Masih diberlakukan bentuk hukuman fisik bagi siswa yang tidak taat.

 

B.    Pendidikan Masyarakat Modern

Dalam pembicaraan tentang perkiraan masyarakat masa depan secara tersirat telah pula dibicarakan tentang tantangan-tantangan yang akan dihadapi manusia masa depan, seperti kemampuan menyesuaikan diri dan memanfaatkan peluang globalisasi dalam berbagai bidang, wawasan dan pengetahuan yang memadai tentang iptek umpamanya melek teknologi tanpa harus menjadi pakar iptek, kemampuan menyaring dan memanfaatkan arus informasi yang semakin padat dan cepat, dan kemampuan bekerja efisien sebagai cikal bakal kemampuan professional. Keempat tantangan tersebut merupakan gejala konstelasi dunia masa kini dan masa depan, dan oleh karena itu, manusia Indonesia perlu berupaya untuk menyesuaikan diri sehingga menjadi manusia modern.[4]

Berikut merupakan konsep pendidikan modern dengan pendidikan klasik.[5]

 

No

Faktor Pembanding

Pendidikan Modern

Pendidikan Klasik

1

Pendidikan Moral

Penanaman Humanisme dengan cara Anti Kekerasan

Penanaman Humanisme dengan menggunakan Kekerasan dalam taraf wajar.

2

Fungsi Guru

Sebagai Motivator dan Fasilitator.

Pusat segala aktivitas pendidikan baik di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.

3

Penerapan Etika

Tergantung pada masing-masing individu peserta didik.

Wajib diterapkan di dalam maupun luar lingkungan sekolah.

4

Punishment and Reward.

berupa himbauan dan apresiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.

Berupa himbauan dan apresiasi sesuai dengan kompetensi peserta didik.

 

 

Sumber:

Ary H Gunawan. 2010. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Imran Manan. 1989. Antropologi Pendidikan. Jakarta: Depdikbud

S. Nasution. 1995. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Umar Tirtarahardja dan La Sulo. 2005. Pengantar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

http://zonainfosemua.blogspot.com/2011/02/pendidikan-modern-atau-pendidikan.html

 



[1] Ary H Gunawan, (2010:54)

[2] S. Nasution (1995:60)

[3] Imran Manan (1989 : 57)

[4] Umar dan La Sulo, (2005:146)

[5] http://zonainfosemua.blogspot.com , diakses tanggal 26 November 2013.

0 komentar: