Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Selasa, 23 Maret 2021

Pendidikan sebagai Ilmu dan Praksis

 

Pendidikan sebagai Ilmu dan Praksis

Pendidikan sebagai Ilmu

Istilah pendidikan berasal dari bahasa Yunani, Pedagogy, yang mengandung makna seorang anak yang pergi dan pulang sekolah diantar seorang pelayan. Sedangkan pelayan yang mengantar dan menjemput dinamakan paedagogos. dalam bahasa Romawi, pendidikan diistilahkan dengan educate yang berarti mengeluarkan sesuatu yang berada di dalam. Dalam bahasa Inggris, pendidikan diistilahkan to educate yang berarti memperbaiki moral dan melatih intelektual (Noeng Muhadjir dalam Wiji, 2008:19)

Pendidikan adalah: pertama, keseluruhan proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan, sikap dan bentuk-bentuk tingkah laku lainnya yang bernilai positif dalam masyarakat di tempat hidupnya; kedua, proses sosial di mana orang dihadapkan pada pengaruh lingkungan yang terpilih dan terkontrol (khusus yang datang dari sekolah), sehingga orang tersebut bisa mendapat atau mengalami perkembangan kemampuan sosial maupun kemampuan individual secara optimal. (Carter V. Good dalam Wiji, 2008:20-21)

Ilmu Pendidikan sebagai Disiplin Ilmu

Ilmu pendidikan adalah suatu bangunan pengetahuan sistematis yang mencakup aspek-aspek kuantitastif dan objektif dari proses belajar, dan juga menggunakan isntrumen secara saksama dalam mengajukan hipotesis-hipotesis pendidikan untuk diuji berdasarkan pengalaman yang sering kali dalam bentuk eksperimen.  (Carter V. Good dalam Wiji, 2008:24)

Ilmu pendidikan adalah ilmu yang membicarakan masalah-masalah umum pendidikan secara menyeluruh dan abstrak. Pendidikan memiliki corak teoritis dan praktis. Bercorak teoritis artinya bersifat normative atau menunjukkan standar nilai tertentu. Sedangkan bercorak praktis maksudnya bagaimana pendidikan harus dilaksanakan. (Imam Barnadib dalam Wiji, 2008:24-25)

1.    Ilmu Pendidikan sebagai Ilmu Normatif.

       Ilmu pendidikan tidak terlepas dari eksistensi manusia, yang senantiasa berkaitan dengan nilai-nilai yang bersumber dari norma masyarakat, norma filsafat dan pandangan hidup, dan juga norma agama. Dalam pemikiran pendidikannya,

       John Locke sangat mementingkan pendidikan atas dasar teori tabularsa, yaitu manusia yang bisa dibentuk dengan proses pendidikan, karena manusia seperti kertas putih yang bisa diberi warna apa saja sesuai keinginan yang memberi warna. Dari sini, dapat dipahami bahwa nilainilai tertentu yang dapat dijadikan norma adalah pengetahuan yang kemudian menjadi dasar bagi pelaksanaan pendidikan.

      John Dewey dengan aliran pragmatismenya menyatakan bahwa kebenaran itu terletak pada kenyataan praktis. Artinya, apa yang berguna untuk diri itu benar dan sesuai dengan praktik, itulah sebenarnya kebenaran. Pandangan ini sangat berpengaruh dalam psikologi dan menghasilkan metode-metode mendidik dengan cara drill dan latihan yang pada akhirnya menghasilkan manusia mesin dengan pendekatan respons terhadap stimulus.

2.    Ilmu Pendidikan sebagai Ilmu Teoretis dan Praktis

Dalam epistemology, suatu kawasan studi dapat dikategorikan disiplin ilmu jika memenuhi syarat berikut.

a.       Memiliki objek material dan objek formal

Objek material ilmu pendidikan berupa perilaku manusia. Apabila objek material suatu ilmu memiliki kesamaan dengan objek material ilmu lain, untuk membedakannya diperlukan objek formal dari ilmu tersebut, yang menjadi sudut pandang tertentu yang menentukan macam suatu ilmu. Objek formal ilmu pendidikan adalah berupa penelaahan fenomena pendidikan dalam perspektif yang luas dan integratif. Upaya pendidikan mencakup keseluruhan aktivitas pendidikan, yaitu mendidik dan dididik, termasuk pula pemikiran sistematis tentang pendidikan.

b.      Memiliki sistematika

1)      pendidikan sebagai fenomena manusiawi

2)      pendidikan sebagai upaya sadar

3)      pendidikan sebagai gejala manusiawi dan upaya sadar untuk mengantisipasi perkembangan sosial-budaya masa depan

c.       Memiliki metode

Menurut Soedomo, metode tersebut adalah sebagai berikut.

1)      Metode Normative

2)      Metode Eksplanatori

3)      Metode Teknologis

4)      Metode Deskriptif-Fenomenologis

5)      Metode Hermeneutis

6)      Metode Analisis Kritis

 

Pendidikan sebagai Praksis

 

Penyelenggaraan pendidikan dilakukan oleh dan untuk dirinya sendiri, dengan sasaran mengembangkan pengetahuan serta menyusun teori-teori keilmuan dan system teknologi. Sasaran pendidikan ini berfungsi sebagai alat, sarana, dan jalan untuk membuat perubahan menuju perkembangan hidup. pada titik inilah manusia mewujudkan dirinya sebagai makhluk pendidikan.

Tersirat dalam kodratnya sebagai makhluk pendidikan, atas potensi kodrat cipta, rasa, dan karsanya, manusia berkemampuan untuk dididik dan mendidik. Kemampuan dididik berarti tiga potensi kejiwaannya itu sejak kecil bisa menerima perawatan, pertolongan, dan pembimbingan dari orang lain. Sedangkan kemampuan mendidik berarti pada tingkat kesadaran dan keadaan tertentu, manusia bisa melakukan perawatan, pertolongan, dan pembimbingan kepada orang lain. Dengan kemampuan pendidikan inilah manusia terus membuat perubahan untuk mengembangkan hidup dan kehidupan dirinya sebagai manusia. (Suhartono, 2009:78-79)

Redja M (Depdikbud:IKIP Bandung, 1991), praktik pendidikan adalah seperangkat kegiatan bersama yang bertujuan membantu pihak lain agar mengalami perubahan tingkah laku yang diharapkan. Praktik pendidikan dapat dilihat dari tiga aspek, yaitu aspek tujuan, aspek proses kegiatan, dan aspek dorongan (motivasi). Tujuan praktik pendidikan adalah membantu pihak lain mengalami perubahan tingkah laku fundamental yang diharapkan. proses kegiatan merupakan seperangkat kegiatan sosial/bersama, usaha menciptakan peristiwa pendidikan dan mengarahkannya, serta merupakan usaha secara sadar atau tidak sadar melaksanakan prinsip-prinsip pendidikan. Dorongan atau motivasi untuk melaksanakan praktik pendidikan muncul karena dirasakan adanya kewajiban untuk menolong orang lain.

Sumber:

Sumber: Prof. Dr. H.A.R. Tilaar, M.Sc.Ed. 2002. Pendidikan, Kebudayaan, dan Masyarakat Madani Indonesia. PT Remaja Rosdakarya. Bandung

Suwarno, Wiji. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. Ar-ruz Media. Jogjakarta

Suparlan Suhartono, M. Ed., Ph. D. 2009. Filsafat Pendidikan. Ar-Ruz Media. Jogjakarta.

Drs. Uyoh Sadulloh, M.Pd. 2009. Pengantar Filsafat Pendidikan. CV. Alfabeta. Bandung

0 komentar: