Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Selasa, 23 Maret 2021

Evaluasi Pendidikan

 

A.      Pengertian Evaluasi Pendidikan

Bloom et.al (1971) menyatakan bahwa evaluasi, sebagaimana kita lihat, adalah pengumpulan kenyataan secara sistematis untuk menetapkan apakah dalam kenyataannya terjadi perubahan dalam diri siswa dan menetapkan sejauh mana tingkat perubahan dalam pribadi siswa. Sedangkan Cronbach (1982), mengemukakan bahwa evaluasi merupakan suatu proses terus menerus sehingga di dalam proses kegiatannya dimungkinkan untuk merevisi apabila dirasakan adanya suatu kesalahan.[1]

Selain evaluasi, dikenal juga istilah pengukuran dan penilaian.

1.    Mengukur adalah membandingkan sesuatu dengan satu ukuran. Pengukuran bersifat kuantitatif.

2.    Menilai adalah mengambil suatu keputusan terhadap sesuatu dengan ukuran baik buruk. Penilaian bersifat kualitatif.

3.    Mengadakan evaluasi meliputi kedua langkah di atas yakni mengukur dan menilai. [2]

 

Evaluasi hendaknya merupakan deskripsi yang jelas atau menunjukkan hubungan sebab-sebab akibat tetapi tidak memberikan penilaian. Untuk memperkara deskripsi, evaluator dapat mengajukan asumsi-asumsi yang didukung oleh data.

 

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa evaluasi adalah pengukuran dan penilaian data perubahan dalam diri siswa, yang dilaksanakan secara terus menerus, dan dilakukan revisi apabila terdapat suatu kesalahan.

B.       Tujuan Evaluasi Pendidikan

Tujuan utama melakukan evaluasi dalam proses belajar-mengajar adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat mengenai tingkat pencapaian tujuan instruksional oleh siswa sehingga dapat diupayakan tingkat lanjutnya. Tindak lanjut tersebut merupakan fungsi evaluasi dan dapat berupa:

1.                         penempatan pada tempat yang tepat,

2.                         pemberian umpan balik,

3.                         diagnosis kesulitan belajar siswa, atau

4.                         penentuan kelulusan.

Untuk masing-masing tindak lanjut yang dikehendaki ini diadakan tes, berikut.

1.                         Tes penempatan

Tes ini disajikan pada awal tahun pelajaran untuk mengukur kesiapan siswa dan mengetahui tingkat pengetahuan yang telah dicapai sehubungan dengan pelajaran untuk mengukur kesiapan siswa dan mengetahui tingkat pengetahuan yang telah dicapai sehubungan dengan pelajaran yang akan disajikan. Dengan demikian, siswa dapat ditempatkan pada kelompok yang sesuai dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki.

2.                         Tes formatif

Tes jenis ini disajikan di tengah program pengajaran untuk memantau (memonitor) kemajuan belajar siswa demi memberikan umpan balik, baik kepada siswa maupun kepada guru. Berdasarkan hasil tes guru dan siswa dapat mengetahui apa yang masih perlu untuk dijelaskan kembali agar materi pelajaran dapat dikuasai lebih baik.

3.                         Tes diagnostik

Tes ini bertujuan mendiagnosis kesulitan belajar siswa untuk mengupayakan perbaikannya. Karena tujuannya untuk mendiagnosis kesulitan belajar siswa, maka harus terlebih dahulu diketahui bagian mana dari pengajaran yang memberikan kesulitan belajar pada siswa.

4.                         Tes sumatif

Tes ini biasanya diberikan pada akhir tahun ajaran atau akhir suatu jenjang pendidikan, meskipun maknanya telah diperluas untuk dipakai pada tes akhir caturwulan atau semester, dan bahkan pada tes akhir pokok bahasan. Karena tes ini umumnya merupakan tes akhir tahun atau tes akhir jenjang pendidikan, maka ruang lingkupnya pun sangat luas, meliputi seluruh bahan yang telah disajikan sepanjang tahun atau sepanjang jenjang pendidikan. Tingkat kesukaran soalnya pun bervariasi.  [3]

 

C.      Fungsi Evaluasi Pendidikan

 

1.      Evaluasi berfungsi selektif.

a.    Memilih siswa yang dapat diterima di sekolah tertentu.

b.    Memilih siswa yang dapat naik ke kelas atau tingkat berikutnya.

c.    Memilih siswa yang seharusnya mendapat beasiswa.

d.   Memilih siswa yang sudah berhak meninggalkan sekolah dan sebagainya.

2.      Evaluasi bersifat diagnostik.

Apabila alat yang digunakan dalam evaluasi cukup memenuhi persyaratan, maka dengan melihat hasilnya, guru akan mengetahui kelemahan siswa.

3.      Evaluasi berfungsi sebagai penempatan.

Evaluasi dapat menentukan dengan pasti di kelompok mana seorang siswa harus ditempatkan. Sekelompok siswa yang mempunyai hasil evaluasi yang sama, akan berada dalam kelompok yang sama dalam belajar.

4.      Evaluasi berfungsi sebagai pengukuran keberhasilan.

Evaluasi dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana suatu program berhasil diterapkan. Keberhasilan program ditentukan oleh beberapa faktor yaitu faktor guru, metode mengajar, kurikulum, sarana dan sistem kurikulum.[4]

 

Konsep pendidikan akan sulit diwujudkan apabila alat ukur keberhasilan belajar dan sistem evaluasi belajar tidak mampu menyentuh semua kompetensi peserta didik secara utuh dan menyeluruh. Sistem evaluasi belajar harus mampu mengukur terlaksananya Standar Nasional Pendidikan (SNP) dan tujuan pendidikan nasional. Apabila sistem evaluasinya tidak menggambarkan SNP dan butir-butir konsep sebagaimana tertuang dalam tujuan pendidikan nasional, dikhawatirkan sistem evaluasi tersebut dapat merusak kebijakan, program, dan tatanan pendidikan yang telah didesain secara baik. Selain itu, sistem evaluasi belajar yang dilaksanakan harus mampu menjawab butir-butir konsep pendidikan nasional, khususnya yang berhubungan dengan upaya menciptakan berkembangnya watak serta peradaban bangsa yang bermartabat, manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[5]

 

Sumber:

1.    Arikunto, Suharsimi. 1955. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara

2.    Daryanto, H. 2008. Evaluasi Pendidikan. Jakarta: PT Rineka Cipta

3.    Mulyasana, Dedi. 2012. Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing. Jakarta: Remaja Rosdakarya



[1] Daryanto, H. Evaluasi Pendidikan, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2008, hal. 1-3.

[2] Daryanto, H. Evaluasi Pendidikan, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2008, hal. 6.

[3] Daryanto, H. Evaluasi Pendidikan, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2008, hal. 12-14.

[4] Arikunto, Suharsimi. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta, 1995, hal. 11.

[5] Mulyasana, Dedi. Pendidikan Bermutu dan Berdaya Saing, Remaja Rosdakarya, Jakarta, 2012, hal.80.

0 komentar: