Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Selasa, 23 Maret 2021

Perspektif Manajemen Pendidikan

 

A.      Pengertian Manajemen Pendidikan

Pertama, manajemen pendidikan mempunyai pengertian kerja sama untuk mencapai tujuan pendidikan. Seperti kita ketahui tujuan pendidikan itu merentang dari tujuan yang sederhana sampai dengan tujuan yang kompleks, tergantung lingkup dan tingkat pengertian pendidikan mana yang dimaksud. Kedua, manajemen pendidikan mengandung pengertian proses untuk mencapai tujuan pendidikan. Proses itu dimulai dari perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemantauan, dan penilaian. Ketiga, manajemen pendidikan dapat dilihat dengan kerangka berpikir sistem. Sistem adalah keseluruhan yang terdiri dari bagian-bagian dan bagian-bagian itu beriteraksi dalam suatu proses untuk mengubah masukan menjadi keluaran. Keempat, manajemen pendidikan juga dapat dilihat dari segi efektivitas pemanfaatan sumber. [1]

Manajemen pendidikan adalah suatu kegiatan yang mengimplikasikan adanya perencanaan atau rencana pendidikan serta kegiatan implementasinya. Istilah manajemen disebut juga “pengelolaan”.[2]

Berdasarkan pengertian-pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa manajemen pendidikan adalah suatu bentuk kerja sama yang sistematis, yang mana didalamnya terdapat proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pemantauan, dan penilaian, dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

B.       Manajemen Pendidikan dari Sudut Proses Pencapaian Tujuan Pendidikan

1.    Perencanaan

Perencanaan adalah pemilihan dari sejumlah alternatif tentang penetapan prosedur pencapaian, serta perkiraan sumber yang dapat disediakan untuk mencapai tujuan tersebut. Sumber meliputi sumber manusia, material, uang, dan waktu. Dalam perencanaan, dikenal beberapa tahap yaitu identifikasi masalah, perumusan masalah, penetapan tujuan, identifikasi alternatif, pemilihan alternatif, dan elaborasi alternatif.

2.    Pengorganisasian

Pengorganisasian di sekolah dapat didefinisikan sebagai keseluruhan proses untuk memilih dan memilah orang-orang (guru dan personel sekolah lainnya) serta mengalokasikan prasarana dan sarana untuk menunjang tugas orang-orang itu dalam rangka mencapai tujuan sekolah. Pengorganisasian juga mencakup penetapan tugas, tanggung jawab, dan wewenang orang-orang serta mekanisme kerjanya sehingga dapat menjamin tercapainya tujuan sekolah.

3.    Pengarahan

Pengarahan diartikan sebagai suatu usaha untuk menjaga agar apa yang telah direncanakan dapat berjalan seperti yang dikehendaki. Kegiatan pengarahan dilakukan dengan cara: (a) melaksanakan orientasi tentang pekerjaan yang akan dilakukan individu atau kelompok, (b) memberikan petunjuk umum dan petunjuk khusus baik secara lisan maupun tertulis, secara langsung maupun tidak langsung.

4.    Pengkoordinasian

Usaha pengkoordinasian dapat dilakukan melalui berbagai cara seperti: (a) melaksanakan penjelasan singkat, (b) mengadakan rapat kerja, (c) memberikan petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis, dan (d) memberikan balikan tentang hasil suatu kegiatan.

5.    Pembiayaan

Pembiayaan sekolah adalah kegiatan mendapatkan biaya serta mengelola anggaran pendapatan dan belanja pendidikan menengah. Kegiatan ini dimulai dari perencanaan biaya, usaha untuk mendapatkan dana yang mendukung rencana itu, penggunaan, serta pengawasan penggunaan anggaran tersebut.

6.    Penilaian

Penilaian dapat dilakukan dengan mengadakan penelitian atau pengamatan kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam lembaga pendidikan.[3]

 

C.      Manajemen Pendidikan Berdasarkan Sasaran

 

Manajemen berdasarkan sasaran adalah aktivitas memadukan sumber-sumber pendidikan menjadi satu kesatuan, berdasarkan pada sasaran yang ingin dicapai yaitu tujuan pendidikan.

Manajemen berdasarkan sasaran adalah suatu proses atau aktivitas yang berulang secara berkelanjutan. Mulai dari perencanaan, diteruskan dengan review dan perencanaan, kemudian direview lagi ditambah dengan perencanaan, begitu seterusnya sampai tujuan aktivitas itu tercapai. Humble (1977, h.3-4) mengemukakan komponen yang diperiksa dalam proses terus menerus tersebut, yaitu sebagai berikut.

1.         Strategis atau taktis.

2.         Hasil kerja dan merencanakan standar hasil dan target pekerjaan yang harus dicapai.

3.         Mengadakan persetujuan tentang rencana peningkatan kerja.

4.         Menciptakan kondisi yang memungkinkan peningkatan kerja yang mencakup perbaikan struktur organisasi dan informasi pengawasan.

5.         Melakukan pemeriksaan hasil dan kemampuan secara individual.

6.         Melakukan pembinaan perencanaan dan pelatihan manajer.

7.         Memperkuat motivasi.[5]

Sumber:

1.    M, Tilaar. 2011. Manajemen Pendidikan Nasional (Kajian Pendidikan Masa Depan). Jakarta: Remaja Rosdakarya.

2.    Pidarta, Made. 2004. Manajemen Pendidikan Indonesia. Jakarta: PT Rineka Cipta.

3.    Suryosubroto, B. 2004. Manajemen Pendidikan di Sekolah. Jakarta: PT Rineka Cipta.

 



[1] Suryosubroto, B. Manajemen Pendidikan di Sekolah, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2004, hal 15.

[2] M, Tilaar. Manajemen Pendidikan Nasional, Remaja Rosdakarya, Jakarta, 2011, hal.4.

[3] Suryosubroto, B. Manajemen Pendidikan di Sekolah, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2004, hal. 22-26.

[4] Pidarta, Made. Manajemen Pendidikan Indonesia, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2004, hal 32.

[5] Pidarta, Made. Manajemen Pendidikan Indonesia, PT Rineka Cipta, Jakarta, 2004, hal 42-44.

0 komentar: