Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Selasa, 23 Maret 2021

Pendidikan Sebagai Ilmu

 

A. Pendidikan Sebagai Ilmu

 

Menurut Taqiyudin (2008:47), perkembangan pemikiran manusia dalam memberikan batasan tentang makna dan pengertian pendidikan, setiap saat selalu menunjukkan adanya perubahan. Perubahan itu didasarkan atas berbagai temuan dan perubahan di lapangan yang berkaitan dengan semakin bertambahnya komponen sistem pendidikan yang ada. Berkembangnya pola pikir para ahli pendidikan, pengelola pendidikan dan pengamat pendidikan yang membuahkan teori-teori baru. Kemajuan alat teknologi turut andil dalam mewarnai perubahan makna dan pengertian pendidikan tersebut. Pada saat yang sama, proses pembelajaran dan pendidikan selalu eksis dan terus berlangsung. Karena itu, bisa jadi pandangan seseorang tentang makna atau pengertian pendidikan yang dianut oleh suatu negara tertentu, pada saat yang berbeda dan di tempat yang berbeda makna dan pengertian pendidikan itu justru tidak relevan.

 

Nur Ubiyati (2005:12) mengemukakan, bahwa ilmu ialah suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode-metode tertentu yang bersifat ilmiah.

Kita dapat mengatakan, bahwa di mana ada kehidupan manusia, bagaimanapun juga di situ pasti ada pendidikan (Dwi Siswoyo, 2008: 28). Menurut S. Brodjonagoro (1966: 35), ilmu pendidikan atau paedagogiek adalah teori pendidikan, perenungan tentang pendidikan.

Senada juga dengan pendapat bahwa pada umumnya pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya. Pendidikan juga bisa disebut sebagai usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna (Ahmad:2002).

 

Berdasarkan uraian di atas, maka bisa diambil suatu pemahaman, ilmu pendidikan adalah suatu kumpulan pengetahuan atau konsep yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode-metode tertentu yang bersifat ilmiah yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik atau suatu proses bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya dalam rangka mempersiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna.

 

B. Persyaratan Pendidikan sebagai Ilmu

Suatu kawasan studi dapat tampil atau menampilkan diri sebagai suatu disiplin ilmu, bila dipenuhi setidak-tidaknya tiga syarat, yaitu:

1.    Memiliki objek studi (objek material dan objek formal)

2.    Memiliki sistematika

3.    Memiliki metode

Objek material ilmu pendidikan adalah perilaku manusia. Objek formal ilmu pendidikan adalah menelaah fenomena pendidikan dalam perspektif yang luas dan integrative.

Secara teoritik sistematika ilmu pendidikan dapat dibedakan menjadi tiga segi tinjauan, yaitu:

1.      Melihat pendidikan sebagai gejala yang manusiawi

2.      Dengan melihat pendidikan sebagai upaya sadar

3.      Dengan melihat pendidikan sebagai gejala manusiawi, sekaligus upaya sadar dengan mengantisipasi perkembangan sosio-budaya di masa depan

Sistematika yang pertama, pendidikan sebagai gejala, dapat dianalisis dan proses atau situasi pendidikan, yaitu adanya komponen-komponen pendidikan yang secara terpadu saling berinteraksi dalam suatu rangkaian keseluruhan kebulatan kesatuan dalam mencapai tujuan. Komponene-komponen pendidikan itu adalah sebagai berikut.

 

1.      Tujuan Pendidikan

2.      Peserta didik

3.      Pendidik

4.      Isi Pendidikan

5.      Metode Pendidikan

6.      Alat Pendidikan

7.      Lingkungan Pendidikan

Sistematika yang kedua, pendidikan sebagai upaya sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia. Sistematika yang kedua ini menurut Noeng Muhadjir (1987: 19-37) bertolak dan fungsi pendidikan, yaitu:

1.      Menumbuhkan kreatifitas peserta didik (pendidikan kreatifitas)

2.      Menjaga lestarinya nilai-nilai insan dan nilai-nilai ilahi (pendidikan moralitas)

3.      Menyiapkan tenaga kerja produktif (pendidikan produktifitas)

Sistematika yang ketiga melihat pendidikan sebagai gejala manusiawi sekaligus sebagai upaya sadar dengan mengantisipasi konteks perkembangan sosio-budaya di masa depan. Sehubungan dengan ini Mochtar Buchori (1994: 81-86) ilmu pendidikan memiliki tiga dimensi yang dapat kita bedakan sebagai sistematika ilmu pendidikan, yaitu:

1.      Dimensi lingkungan pendidikan

2.      Dimensi jenis-jenis persoalan pendidikan

3.      Dimensi waktu dan ruang

Selanjutnya syarat ketiga bagi disiplin ilmu, yaitu memiliki metode. Dalam arti kata sesungguhnya, maka metode adalah cara atau jalan. Metode-metode yang dapat dipakai untuk ilmu pendidikan sebagai berikut.

1.      Metode Normatif

Metode berkenaan dengan konsep manusia yang diideaalkan yang ingin dicapai oleh pendidikan. Metode ini juga menjawab pertanyyan yang berkenaan denga masalah nilai baik dan nilai buruk.

2.      Metode Eksplanatori

Metode ini bersangkut paut dengan  pertanyaan tentang kondisi dan kekuatan apa yang membuat suatu proses pendidikan berhasil.

3.      Metode Teknologis

Metode ini mempunyai fungsi untuk menungkapkan bagaimana melakukannya dalam rangka menuju keberhasilan pencapaian tujuan-tujuan yang diinginkan.

4.      Metode Deskriptif-Fenomenologis

Metode ini mencoba menguraikan kenyataan-kenyataan pendidikan dan kemudian mengklasifikasikan sehingga ditemukan yang hakiki.

5.      Metode Hermeneutis

Metode ini untuk memahami kenyataan pendidikan yang konkrit dan historis untuk menjelaskan makna, struktur dan kegiatan pendidikan.

6.      Metode Analisis Kritis (Filosofis)

Metode ini menganalisis secara kritis tentang istilah-istilah, pernyataan-pernyataan, konsep-konsep dan teori-teori yang ada atanu digunakan dalam pendidikan. Syarat lain bagi disiplin ilmu pendidikan adalahmemiliki evidensi empiris, yaitu adanya kesesuaian (korespondensi) antara konsepsi teoritisnya dengan permasalahan-permasalahan dalam praktek sehingga di samping dapat menjelaskan kasus-kasus yang timbul, juga sekaligus dapat mendukung diaplikasikannya dalam menjawab permasalahan pendidikan di lapangan, dalam lingkup kajian ilmu pendidikan.

 

 

Sumber:

1.    Muhadjir, Noeng, 1987. Ilmu Pendidikan dan Perubahan Sosial: Suatu Teori Pendidikan. Yogyakarta: Reka Sarasih

2.    Dwi Siswoyo, dkk. 2008. Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press

3.    Taqiyudin, M. 2008. Sejarah Pendidikan, Melacak Geneologi Pendidikan Islam di Indonesia. Bandung , Mulia Pers

4.    Mochtar Buchori. 1994. Ilmu Pendidikan dan Praktek Pendidikan dalam Renungan. Yogyakarta: Tiara Wacana

5.    Brodjonagoro, Sutedjo.1966. Pendidikan Nasional. Yogyakarta: FIP-IKIP Yogyakarta.

6.    DR. Ahmad Tafsir, Metodologi Pengajaran Agama Islam, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya., 2002

7.    Nur Uhbiyati, Ilmu Pendidikan Islam (IPI. Bandung, CV. Pustaka Setia, 2005

0 komentar: