A. Pendidikan
Sebagai Ilmu
Menurut
Taqiyudin (2008:47), perkembangan pemikiran manusia dalam memberikan batasan
tentang makna dan pengertian pendidikan, setiap saat selalu menunjukkan adanya
perubahan. Perubahan itu didasarkan atas berbagai temuan dan perubahan di
lapangan yang berkaitan dengan semakin bertambahnya komponen sistem pendidikan
yang ada. Berkembangnya pola pikir para ahli pendidikan, pengelola pendidikan
dan pengamat pendidikan yang membuahkan teori-teori baru. Kemajuan alat
teknologi turut andil dalam mewarnai perubahan makna dan pengertian pendidikan
tersebut. Pada saat yang sama, proses pembelajaran dan pendidikan selalu eksis
dan terus berlangsung. Karena itu, bisa jadi pandangan seseorang tentang makna
atau pengertian pendidikan yang dianut oleh suatu negara tertentu, pada saat
yang berbeda dan di tempat yang berbeda makna dan pengertian pendidikan itu
justru tidak relevan.
Nur
Ubiyati (2005:12) mengemukakan, bahwa ilmu ialah suatu
kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan mempunyai
metode-metode tertentu yang bersifat ilmiah.
Kita dapat
mengatakan, bahwa di mana ada kehidupan manusia, bagaimanapun juga di situ
pasti ada pendidikan (Dwi Siswoyo, 2008: 28). Menurut S. Brodjonagoro (1966:
35), ilmu pendidikan atau paedagogiek adalah teori pendidikan, perenungan
tentang pendidikan.
Senada
juga dengan pendapat bahwa pada umumnya pendidikan dapat diartikan sebagai suatu proses
bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang belum dewasa untuk
mencapai kedewasaannya. Pendidikan
juga bisa disebut sebagai usaha manusia untuk menyiapkan dirinya untuk kehidupan yang bermakna
(Ahmad:2002).
Berdasarkan
uraian di atas, maka bisa diambil suatu pemahaman, ilmu pendidikan adalah suatu kumpulan pengetahuan atau konsep yang
tersusun secara sistematis dan mempunyai metode-metode tertentu yang bersifat
ilmiah yang menyelidiki, merenungkan tentang gejala-gejala perbuatan mendidik
atau suatu proses bantuan yang diberikan oleh orang dewasa kepada anak yang
belum dewasa untuk mencapai kedewasaannya dalam rangka mempersiapkan dirinya
untuk kehidupan yang bermakna.
B. Persyaratan
Pendidikan sebagai Ilmu
Suatu kawasan studi dapat tampil
atau menampilkan diri sebagai suatu disiplin ilmu, bila dipenuhi
setidak-tidaknya tiga syarat, yaitu:
1. Memiliki
objek studi (objek material dan objek formal)
2. Memiliki
sistematika
3. Memiliki
metode
Objek material ilmu pendidikan
adalah perilaku manusia. Objek formal ilmu pendidikan adalah menelaah fenomena
pendidikan dalam perspektif yang luas dan integrative.
Secara teoritik sistematika ilmu
pendidikan dapat dibedakan menjadi tiga segi tinjauan, yaitu:
1. Melihat
pendidikan sebagai gejala yang manusiawi
2. Dengan
melihat pendidikan sebagai upaya sadar
3. Dengan
melihat pendidikan sebagai gejala manusiawi, sekaligus upaya sadar dengan
mengantisipasi perkembangan sosio-budaya di masa depan
Sistematika yang pertama, pendidikan
sebagai gejala, dapat dianalisis dan proses atau situasi pendidikan, yaitu
adanya komponen-komponen pendidikan yang secara terpadu saling berinteraksi
dalam suatu rangkaian keseluruhan kebulatan kesatuan dalam mencapai tujuan.
Komponene-komponen pendidikan itu adalah sebagai berikut.
1. Tujuan
Pendidikan
2. Peserta
didik
3. Pendidik
4. Isi
Pendidikan
5. Metode
Pendidikan
6. Alat
Pendidikan
7. Lingkungan
Pendidikan
Sistematika yang kedua, pendidikan
sebagai upaya sadar untuk mengembangkan kepribadian dan kemampuan manusia.
Sistematika yang kedua ini menurut Noeng Muhadjir (1987: 19-37) bertolak dan
fungsi pendidikan, yaitu:
1. Menumbuhkan
kreatifitas peserta didik (pendidikan kreatifitas)
2. Menjaga
lestarinya nilai-nilai insan dan nilai-nilai ilahi (pendidikan moralitas)
3. Menyiapkan
tenaga kerja produktif (pendidikan produktifitas)
Sistematika yang ketiga melihat
pendidikan sebagai gejala manusiawi sekaligus sebagai upaya sadar dengan
mengantisipasi konteks perkembangan sosio-budaya di masa depan. Sehubungan
dengan ini Mochtar Buchori (1994: 81-86) ilmu pendidikan memiliki tiga dimensi
yang dapat kita bedakan sebagai sistematika ilmu pendidikan, yaitu:
1. Dimensi
lingkungan pendidikan
2. Dimensi
jenis-jenis persoalan pendidikan
3. Dimensi
waktu dan ruang
Selanjutnya syarat ketiga bagi
disiplin ilmu, yaitu memiliki metode. Dalam arti kata sesungguhnya, maka metode
adalah cara atau jalan. Metode-metode yang dapat dipakai untuk ilmu pendidikan
sebagai berikut.
1. Metode
Normatif
Metode berkenaan dengan konsep
manusia yang diideaalkan yang ingin dicapai oleh pendidikan. Metode ini juga
menjawab pertanyyan yang berkenaan denga masalah nilai baik dan nilai buruk.
2. Metode
Eksplanatori
Metode ini bersangkut paut
dengan pertanyaan tentang kondisi dan kekuatan apa yang membuat suatu
proses pendidikan berhasil.
3. Metode
Teknologis
Metode ini mempunyai fungsi untuk
menungkapkan bagaimana melakukannya dalam rangka menuju keberhasilan pencapaian
tujuan-tujuan yang diinginkan.
4. Metode
Deskriptif-Fenomenologis
Metode ini mencoba menguraikan
kenyataan-kenyataan pendidikan dan kemudian mengklasifikasikan sehingga
ditemukan yang hakiki.
5. Metode
Hermeneutis
Metode ini untuk memahami kenyataan
pendidikan yang konkrit dan historis untuk menjelaskan makna, struktur dan
kegiatan pendidikan.
6. Metode
Analisis Kritis (Filosofis)
Metode ini menganalisis secara
kritis tentang istilah-istilah, pernyataan-pernyataan, konsep-konsep dan
teori-teori yang ada atanu digunakan dalam pendidikan. Syarat lain bagi
disiplin ilmu pendidikan adalahmemiliki evidensi empiris, yaitu adanya
kesesuaian (korespondensi) antara konsepsi teoritisnya dengan
permasalahan-permasalahan dalam praktek sehingga di samping dapat menjelaskan
kasus-kasus yang timbul, juga sekaligus dapat mendukung diaplikasikannya dalam
menjawab permasalahan pendidikan di lapangan, dalam lingkup kajian ilmu
pendidikan.
Sumber:
1.
Muhadjir, Noeng, 1987. Ilmu
Pendidikan dan Perubahan Sosial: Suatu Teori Pendidikan. Yogyakarta: Reka Sarasih
2. Dwi Siswoyo, dkk. 2008.
Ilmu Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press
3.
Taqiyudin, M. 2008. Sejarah Pendidikan,
Melacak Geneologi Pendidikan Islam di Indonesia. Bandung , Mulia
Pers
4.
Mochtar Buchori. 1994. Ilmu
Pendidikan dan Praktek Pendidikan dalam Renungan. Yogyakarta: Tiara Wacana
5.
Brodjonagoro, Sutedjo.1966. Pendidikan Nasional. Yogyakarta:
FIP-IKIP Yogyakarta.
6.
DR. Ahmad Tafsir, Metodologi
Pengajaran Agama Islam, Bandung, PT. Remaja Rosdakarya., 2002
7.
Nur Uhbiyati, Ilmu
Pendidikan Islam (IPI. Bandung, CV. Pustaka Setia, 2005


0 komentar:
Posting Komentar