Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Selasa, 23 Maret 2021

Peran dan Tuntutan Guru

 

Pendidik

A.  Peranan Guru

Fuad (2011:8) menyatakan bahwa guru sebagai pendidik menurut jabatan menerima tanggung jawab dari tiga pihak yaitu orang tua, masyarakat dan negara. Tanggung jawab dari orang tua diterima guru atas dasar kepercayaan, bahwa guru mampu memberikan pendidikan dan pengajaran sesuai dengan perkembangan peserta didik dan diharapkan pula dari pribadi guru memancar sikap-sikap dan sifat-sifat yang normatif baik sebagai kelanjutan dari sikap dan sifat orang tua pada umumnya, antara lain:

1.    kasih sayang kepada peserta didik;

2.    tanggung jawab kepada tugas pendidik.

Slameto (2003) mengemukakan bahwa dalam proses belajar-mengajar, guru mempunyai tugas untuk mendorong, membimbing, dan memberi fasilitas belajar bagi siswa untuk mencapai tujuan. Guru mempunyai tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses perkembangan siswa. Penyampaian materi pelajaran hanyalah merupakan salah satu dari berbagai kegiatan dalam belajar sebagai suatu proses yang dinamis dalam segala fase dan proses perkembangan siswa. Secara lebih terperinci tugas guru berpusat pada:

1.    mendidik dengan titik berat memberikan arah dan motivasi pencapaian tujuan baik jangka pendek maupun jangka panjang;

2.    memberi fasilitas pencapaian tujuan melalui pengalaman belajar yang memadai;

3.    membantu perkembangan aspek-aspek pribadi seperti sikap, nilai-nilai, dan penyesuaian diri.

Demikianlah, dalam proses belajar-mengajar guru tidak terbatas sebagai penyampai ilmu pengetahuan akan tetapi lebih dari itu, ia bertanggung jawab akan keseluruhan perkembangan kepribadian siswa. Guru harus mampu menciptakan proses belajar yang sedemikian rupa sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar secara aktif dan dinamis dalam memenuhi kebutuhan dan menciptakan tujuan.

Selanjutnya, guru hendaknya senantiasa berusaha untuk menimbulkan, memelihara, dan meningkatkan motivasi siswa untuk belajar. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa motif berprestasi mempunyai korelasi positif dan cukup berarti terhadap pencapaian prestasi belajar. Hal ini berarti bahwa tinggi rendahnya prestasi belajar banyak ditentukan oleh tinggi rendahnya motif berprestasi. Dalam hubungan ini guru mempunyai fungsi sebagai motivator dalam keseluruhan kegiatan belajar-mengajar. Ada empat hal yang dapat dikerjakan guru dalam memberikan motivasi, yaitu:

1.    membangkitkan dorongan kepada siswa untuk belajar;

2.    menjelaskan secara konkret kepada siswa apa yang dapat dilakukan pada akhir pengajaran;

3.    memberikan ganjaran terhadap prestasi yang dicapai sehingga dapat merangsang untuk mencapai prestasi yang lebih baik di kemudian hari, dan

4.    membentuk kebiasaan belajar yang baik.

Sebagai pembimbing dalam belajar, guru diharapkan mampu untuk:

1.    mengenal dan memahami setiap siswa baik secara individu maupun kelompok;

2.    memberikan penerangan kepada siswa mengenai hal-hal yang diperlukan dalam proses belajar;

3.    memberikan kesempatan yang memadai agar setiap siswa dapat belajar sesuai dengan kemampuan pribadinya;

4.    membantu setiap siswa dalam mengatasi masalah-masalah pribadi yang dihadapinya;

5.    menilai keberhasilan setiap langkah kegiatan yang telah dilakukannya.

 

 

B.  Tuntutan Guru

 

Guru yang dapat berperan sebagai pembimbing yang tidak menimbulkan pertentangan, yaitu sebagai berikut.

1.      Mengajar mata pelajaran, yaitu guru yang:

a.       dapat menimbulkan minat dan semangat belajar siswa-siswa melalui mata pelajaran yang diajarkannya,

b.      memiliki kecakapan untuk memimpin,

c.       dapat menghubungkan materi pelajaran dengan pekerjaan-pekerjaan praktis.

2.      Hubungan siswa dengan guru, yaitu guru yang:

a.       dicari oleh siswa untuk memperoleh nasihat dan bantuan,

b.      mencari kontak dengan siswa di luar kelas,

c.       memimpin kegiatan kelompok,

d.      memiliki minat dalam pelayanan sosial,

e.       membuat kontak dengan orang tua siswa.

3.      Hubungan guru dengan guru, yaitu guru yang:

a.       menunjukkan kecakapan bekerja sama dengan guru lain,

b.      tidak menimbulkan pertentangan,

c.       menunjukkan kecakapan untuk berdiri sendiri,

d.      menunjukkan kepemimpinan yang baik dan tidak mementingkan diri sendiri.

4.      Pencatatan dan penelitian, yaitu guru yang:

a.       mempunyai sikap ilmiah objektif,

b.      lebih suka mengukur dan tidak menebak,

c.       berminat dalam masalah-masalah penelitian,

d.      efisien dalam pekerjaan-pekerjaan tulis-menulis,

e.       melihat kesempatan untuk penelitian dalam kegiatan-kegiatan tulis-menulis.

5.      Sikap profesional, yaitu guru yang:

a.       sukarela untuk melakukan pekerjaan ekstra,

b.      telah menunjukkan dapat menyesuaikan diri dan sabar,

c.       memiliki sikap yang konstruktif dan rasa tanggung jawab,

d.      berkemauan untuk melatih diri,

e.       memiliki semangat untuk memberikan layanan kepada siswa, sekolah dan masyarakat.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Sumber:

1.    Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. PT Rineka Cipta. Jakarta

2.    Drs. H. Fuad Ihsan. 2012. Dasar-Dasar Kependidikan. PT Rineka Cipta. Jakarta

 

0 komentar: