Welcome to my blog, hope you enjoy reading
RSS

Pages

Selasa, 23 Maret 2021

Perkembangan Peserta Didik

 

Perkembangan Peserta Didik

A.  Pengertian Perkembangan

Menurut Nagel (1957) dalam Sunarto (1994), perkembangan merupakan pengertian dimana terdapat struktur yang terorganisasikan dan mempunyai fungsi-fungsi tertentu. Oleh karena itu bilamana terjadi perubahan struktur baik dalam organisasi maupun dalam bentuk, akan mengakibatkan perubahan fungsi.

Sedangkan menurut Spiker (1966), ada dua macam pengertian yang harus dihubungkan dengan perkembangan, yakni: ortogenetik, yang berhubungan dengan perkembangan sejak terbentuknya individu yang baru dan seterusnya sampai dewasa, dan filogenetik yakni perkembangan dari asal-usul manusia sampai sekarang ini. Perkembangan perubahan fungsi sepanjang masa hidupnya menyebabkan perubahan tingkah laku dan perubahan ini juga terjadi sejak permulaan adanya manusia. Jadi perkembangan ontogenesik mengarah ke suatu tujuan khusus sejalan dengan perkembangan evolusi yang mengarah ke kesempurnaan kemanusiaan. `

Perkembangan dapat diartikan sebagai proses perubahan kuantitatif dan kualitatif individu dalam rentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi, masa bayi, masa kanak-kanak, masa anak, masa remaja, sampai masa dewasa. Perkembangan dapat diartikan juga sebagai suatu proses perubahan dalam diri individu atau organisme, baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) menuju tingkat kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan berkesinambungan.

 

B.  Ciri-Ciri Perkembangan Peserta Didik

1.      Terjadinya perubahan ukuran dalam (a) aspek fisik: perubahan tinggi dan berat badan serta organ-organ tubuh lainnya, dan (b) aspek psikis: semakin bertambahnya perbendaharaan kata dan matangnya kemampuan berpikir, mengingat, serta menggunakan imajinasi kreatif.

2.      Terjadinya perubahan proporsi dalam (a) aspek fisik: proporsi tubuh anak berubah sesuai dengan fase perkembangannya, dan pada usia remaja proporsi tubuh anak mendekati proporsi tubuh usia dewasa; dan (b) aspek psikis: perubahan imajinasi dari   yang fantasi ke realitas, dan perubahan perhatiannya dari yang tertuju kepada dirinya sendiri perlahan-lahan beralih kepada orang lain (khususnya teman sebaya).

3.      Lenyapnya tanda-tanda lama dalam (a) aspek fisik: lenyapnya kelenjar thymus (kelenjar kanak-kanak) yang terletak pada bagian dada, rambut halus, dan gigi susu; dan (b) aspek psikis: lenyapnya masa mengoceh (meraban), bentuk gerak-gerik kanak-kanak (seperti merangkak) dan perilaku impulsive (melakukan sesuatu sebelum berpikir).

4.      Munculnya tanda-tanda baru dalam (a) aspek fisik: tumbuh dan pergantian gigi dan matangnya organ-organ seksual pada usia remaja, baik primer (menstruasi pada wanita dan mimpi basah pada pria) maupun sekunder (membesarnya pinggul dan buah dada pada wanita, dan tumbuhnya kumis serta perubahan suara pada pria); dan (b) aspek psikis: berkembangnya rasa ingin tahu, terutama yang berhubungan dengan ilmu pengetahuan, lingkungan alam, nilai-nilai moral, dan agama.

 

C.  Periode Perkembangan Peserta Didik

Perkembangan manusia berlangsung secara berurutan atau berkesinambungan melalui periode atau masa. Menurut Santrock (2010) periode perkembangan itu terdiri atas tiga periode, yaitu anak (childhood), remaja (adolescence), dan dewasa (adult). Dari ketiga periode itu diklasifikasi lagi menjadi beberapa periode, yaitu (1) periode anak: sebelum kelahiran (prenatal), masa bayi (infacy), masa awal anak-anak (early childhood), masa pertengahan dan akhir anak (middle and late childhood); (2) periode remaja (adolescence); dan (3) periode dewasa: masa awal dewasa (early adulthood), masa pertengahan dewasa (middle adulthood), dan masa akhir dewasa (late adulthood).

 

D.  Tugas-Tugas Perkembangan Peserta Didik

1.         Tugas perkembangan masa bayi dan anak prasekolah, meliputi: belajar memakan makanan padat, belajar berjalan, berbicara, mengendalikan pembuangan kotoran tubuh, mengenal perbedaan jenis kelamin, mencapai kestabilan fisik, mengenal konsep-konsep sederhana tentang kenyataan alam dan sosial, membedakan baik-buruk, benar-salah, atau mengembangkan kata hati.

2.         Tugas perkembangan anak usia sekolah, meliputi: belajar mengolah keterampilan fisik untuk melakukan permainan, membentuk sikap yang sehat terhadap diri sendiri sebagai makhluk biologis, bergaul dengan teman sebaya, memainkan peranan sesuai dengan jenis kelaminnya, belajar keterampilan dasar membaca menulis dan menghitung, mengembangkan konsep sehari-hari, mengembangkan kata hati, bersikap mandiri, mengembangkan sikap positif terhadap kelompok sosial.

3.         Tugas perkembangan remaja: mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berperilaku etis, kematangan emosi, intelektual, memiliki kesadaran tanggung jawab sosial, kematangan perkembangan pribadi, hubungan dengan teman sebaya, kemandirian perilaku ekonomis, kematangan pilihan karir, kematangan dalam kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga.

4.         Tugas perkembangan dewasa awal: memilih pasangan hidup, belajar hidup dengan pasangan nikah, mulai hidup berkeluarga, memelihara anak, mengelola rumah tangga, mulai bekerja, bertanggung jawab sebagai warga negara, menemukan kelompok sosial yang serasi.

5.         Tugas perkembangan dewasa pertengahan: mencapai tanggung jawab sosial sebagai warga negara, membantu remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab, mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang, menghubungkan diri sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu, menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisiologis, mencapai dan mempertahankan prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan, menyesuaikan diri dengan orang tua yang semakin tua.

6.         Tugas perkembangan dewasa akhir: menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik dan kesehatan, dengan masa pension dan menurunnya penghasilan keluarga, dengan kematian pasangan hidup, membentuk hubungan dengan orang-orang seusia, membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan, menyesuaikan diri dengan peran sosial secara luwes.

 

E.  Faktor yang Memengaruhi Perkembangan Peserta Didik

Syamsu Yusuf dan Nani M (2012), mengemukakan faktor-faktor yang dapat memengaruhi perkembangan peserta didik, yaitu sebagai berikut.

1.      Faktor genetika, merupakan totalitas karakteristik individu yang diwariskan orangtua kepada anak, atau segala potensi (baik fisik maupun psikis) yang dimiliki individu sejak masa konsepsi sebagai pewarisan dari pihak orangtua melalui gen-gen. Menurut C.S.Hall, “dimensi-dimensi temperamen: emosionalitas, aktivitas, agresivitas, dan reaktivitas bersumber dari plasma benih (gen), demikian juga halnya dengan inteligensi”.

2.      Faktor lingkungan, adalah keseluruhan fenomena (peristiwa, situasi, atau kondisi) fisik/alam atau sosial yang memengaruhi atau dipengaruhi perkembangan individu; meliputi lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, dan media massa.

Sumber:

1.    Syamsu Yusuf L.N. dan Nani M. Sugandhi. 2012. Perkembangan Peserta Didik. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta.

2.    Prof. Dr. H. Sunarto dan Dra. Ny. B. Agung Hartono. 1994. Perkembangan Peserta Didik. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta

 

 

0 komentar: