Perkembangan
Peserta Didik
A. Pengertian
Perkembangan
Menurut
Nagel (1957) dalam Sunarto (1994), perkembangan merupakan pengertian dimana
terdapat struktur yang terorganisasikan dan mempunyai fungsi-fungsi tertentu.
Oleh karena itu bilamana terjadi perubahan struktur baik dalam organisasi
maupun dalam bentuk, akan mengakibatkan perubahan fungsi.
Sedangkan
menurut Spiker (1966), ada dua macam pengertian yang harus dihubungkan dengan
perkembangan, yakni: ortogenetik,
yang berhubungan dengan perkembangan sejak terbentuknya individu yang baru dan
seterusnya sampai dewasa, dan filogenetik
yakni perkembangan dari asal-usul manusia sampai sekarang ini. Perkembangan
perubahan fungsi sepanjang masa hidupnya menyebabkan perubahan tingkah laku dan
perubahan ini juga terjadi sejak permulaan adanya manusia. Jadi perkembangan
ontogenesik mengarah ke suatu tujuan khusus sejalan dengan perkembangan evolusi
yang mengarah ke kesempurnaan kemanusiaan. `
Perkembangan
dapat diartikan sebagai proses perubahan kuantitatif dan kualitatif individu
dalam rentang kehidupannya, mulai dari masa konsepsi, masa bayi, masa
kanak-kanak, masa anak, masa remaja, sampai masa dewasa. Perkembangan dapat
diartikan juga sebagai suatu proses perubahan dalam diri individu atau
organisme, baik fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah) menuju tingkat
kedewasaan atau kematangan yang berlangsung secara sistematis, progresif, dan
berkesinambungan.
B. Ciri-Ciri
Perkembangan Peserta Didik
1. Terjadinya
perubahan ukuran dalam (a) aspek fisik: perubahan tinggi dan berat badan serta
organ-organ tubuh lainnya, dan (b) aspek psikis: semakin bertambahnya
perbendaharaan kata dan matangnya kemampuan berpikir, mengingat, serta
menggunakan imajinasi kreatif.
2. Terjadinya
perubahan proporsi dalam (a) aspek fisik: proporsi tubuh anak berubah sesuai
dengan fase perkembangannya, dan pada usia remaja proporsi tubuh anak mendekati
proporsi tubuh usia dewasa; dan (b) aspek psikis: perubahan imajinasi dari yang fantasi ke realitas, dan perubahan
perhatiannya dari yang tertuju kepada dirinya sendiri perlahan-lahan beralih
kepada orang lain (khususnya teman sebaya).
3. Lenyapnya
tanda-tanda lama dalam (a) aspek fisik: lenyapnya kelenjar thymus (kelenjar kanak-kanak) yang terletak pada bagian dada,
rambut halus, dan gigi susu; dan (b) aspek psikis: lenyapnya masa mengoceh
(meraban), bentuk gerak-gerik kanak-kanak (seperti merangkak) dan perilaku
impulsive (melakukan sesuatu sebelum berpikir).
4. Munculnya
tanda-tanda baru dalam (a) aspek fisik: tumbuh dan pergantian gigi dan
matangnya organ-organ seksual pada usia remaja, baik primer (menstruasi pada
wanita dan mimpi basah pada pria) maupun sekunder (membesarnya pinggul dan buah
dada pada wanita, dan tumbuhnya kumis serta perubahan suara pada pria); dan (b)
aspek psikis: berkembangnya rasa ingin tahu, terutama yang berhubungan dengan
ilmu pengetahuan, lingkungan alam, nilai-nilai moral, dan agama.
C. Periode
Perkembangan Peserta Didik
Perkembangan
manusia berlangsung secara berurutan atau berkesinambungan melalui periode atau
masa. Menurut Santrock (2010) periode perkembangan itu terdiri atas tiga
periode, yaitu anak (childhood),
remaja (adolescence), dan dewasa (adult). Dari ketiga periode itu
diklasifikasi lagi menjadi beberapa periode, yaitu (1) periode anak: sebelum
kelahiran (prenatal), masa bayi (infacy), masa awal anak-anak (early childhood), masa pertengahan dan akhir anak (middle and late childhood); (2) periode remaja (adolescence); dan (3) periode dewasa:
masa awal dewasa (early adulthood),
masa pertengahan dewasa (middle adulthood),
dan masa akhir dewasa (late adulthood).
D. Tugas-Tugas
Perkembangan Peserta Didik
1.
Tugas
perkembangan masa bayi dan anak prasekolah, meliputi: belajar memakan makanan
padat, belajar berjalan, berbicara, mengendalikan pembuangan kotoran tubuh,
mengenal perbedaan jenis kelamin, mencapai kestabilan fisik, mengenal
konsep-konsep sederhana tentang kenyataan alam dan sosial, membedakan
baik-buruk, benar-salah, atau mengembangkan kata hati.
2.
Tugas
perkembangan anak usia sekolah, meliputi: belajar mengolah keterampilan fisik
untuk melakukan permainan, membentuk sikap yang sehat terhadap diri sendiri
sebagai makhluk biologis, bergaul dengan teman sebaya, memainkan peranan sesuai
dengan jenis kelaminnya, belajar keterampilan dasar membaca menulis dan
menghitung, mengembangkan konsep sehari-hari, mengembangkan kata hati, bersikap
mandiri, mengembangkan sikap positif terhadap kelompok sosial.
3.
Tugas
perkembangan remaja: mencapai kematangan dalam beriman dan bertakwa kepada
Tuhan Yang Maha Esa, berperilaku etis, kematangan emosi, intelektual, memiliki
kesadaran tanggung jawab sosial, kematangan perkembangan pribadi, hubungan
dengan teman sebaya, kemandirian perilaku ekonomis, kematangan pilihan karir,
kematangan dalam kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga.
4.
Tugas
perkembangan dewasa awal: memilih pasangan hidup, belajar hidup dengan pasangan
nikah, mulai hidup berkeluarga, memelihara anak, mengelola rumah tangga, mulai
bekerja, bertanggung jawab sebagai warga negara, menemukan kelompok sosial yang
serasi.
5.
Tugas
perkembangan dewasa pertengahan: mencapai tanggung jawab sosial sebagai warga
negara, membantu remaja belajar menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab,
mengembangkan kegiatan-kegiatan pengisi waktu senggang, menghubungkan diri
sendiri dengan pasangan hidup sebagai suatu individu, menerima dan menyesuaikan
diri dengan perubahan-perubahan fisiologis, mencapai dan mempertahankan
prestasi yang memuaskan dalam karir pekerjaan, menyesuaikan diri dengan orang
tua yang semakin tua.
6.
Tugas
perkembangan dewasa akhir: menyesuaikan diri dengan menurunnya kekuatan fisik
dan kesehatan, dengan masa pension dan menurunnya penghasilan keluarga, dengan
kematian pasangan hidup, membentuk hubungan dengan orang-orang seusia,
membentuk pengaturan kehidupan fisik yang memuaskan, menyesuaikan diri dengan
peran sosial secara luwes.
E. Faktor yang
Memengaruhi Perkembangan Peserta Didik
Syamsu
Yusuf dan Nani M (2012), mengemukakan faktor-faktor yang dapat memengaruhi
perkembangan peserta didik, yaitu sebagai berikut.
1. Faktor
genetika, merupakan totalitas karakteristik individu yang diwariskan orangtua
kepada anak, atau segala potensi (baik fisik maupun psikis) yang dimiliki
individu sejak masa konsepsi sebagai pewarisan dari pihak orangtua melalui
gen-gen. Menurut C.S.Hall, “dimensi-dimensi temperamen: emosionalitas,
aktivitas, agresivitas, dan reaktivitas bersumber dari plasma benih (gen),
demikian juga halnya dengan inteligensi”.
2.
Faktor
lingkungan, adalah keseluruhan fenomena (peristiwa, situasi, atau kondisi)
fisik/alam atau sosial yang memengaruhi atau dipengaruhi perkembangan individu;
meliputi lingkungan keluarga, sekolah, teman sebaya, dan media massa.
Sumber:
1. Syamsu
Yusuf L.N. dan Nani M. Sugandhi. 2012. Perkembangan Peserta Didik. PT Raja
Grafindo Persada. Jakarta.
2. Prof.
Dr. H. Sunarto dan Dra. Ny. B. Agung Hartono. 1994. Perkembangan Peserta Didik.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Jakarta


0 komentar:
Posting Komentar