Menurut Gerlach dan Elly dalam Arsyad (2009:3) “media apabila
dipahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang
membangun yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan, atau
sikap”. Berdasarkan pengertian tersebut, guru, buku, dan lingkungan sekolah
termasuk sebagai media. Akan tetapi pengertian media pada proses belajar
mengajar, cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografi, atau
peralatan elektronik untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi
visual ataupun verbal.
media dapat digunakan untuk bermacam-macam bidang
pekerjaan, tergantung kreativitas untuk mengembangkannya. Aplikasi media dibagi
menjadi beberapa kategori, di antaranya yaitu Presentasi bisnis, Pelatihan
dan Pendidikan, Penyampaian
Informasi, Promosi dan
penjualan, Produktivitas, Teleconferencing, Film, Virtual reality, Web, Game.
Dari kegunaan dari media pengajaran di atas, yang digunakan
dalam dunia pendidikan pada umumnya adalah poin kedua dan sembilan yaitu
mengenai aplikasi pelatihan dan pendidikan serta aplikasi web.
Menurut Seels & Glasgow dalam Arsyad (2009:33-35), berdasarkan
perkembangan teknologi, media pembelajaran dapat dikelompokkan menjadi dua
kategori luas, yaitu pilihan media tradisional dan pilihan media teknologi
mutakhir sebagai berikut.
a.
Pilihan media tradisional, yaitu:
1)
Visual diam yang diproyeksikan, misal proyeksi opaque (tak tembus pandang), proyeksi overhead, slides, dan film strips.
2)
Visual yang tidak diproyeksikan, misal gambar, poster,
foto, charts, grafik, diagram, pemaran, papan info.
3)
Penyajian multimedia, misal slide plus suara (tape), multi-image.
4)
Visual dinamis yang diproyeksikan, misal film,
televisi, video.
5)
Cetak, misal buku teks, modul, teks terprogram, workbook,
majalah ilmiah/berkala, lembaran lepas (hand-out).
6)
Permainan, misal teka-teki, simulasi, permainan papan.
7)
Realia, misal model, specimen (contoh), manipulatif
(peta, boneka).
b.
Pilihan media teknologi mutakhir, yaitu:
1) Media
berbasis telekomunikasi, misal teleconference.
2)
Media berbasis mikroprosesor, misal computer-assistted
instruction, permainan komputer, sistem tutor intelejen, interaktif, hypermedia,
dan compact (video) disc.
Sudjana, dkk. (2005:2) menyatakan tentang tujuan pemanfaatan media pembelajaran
yaitu sebagai berikut:
a. pengajaran
akan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat menimbulkan motivasi,
b. bahan
pelajaran akan lebih jelas maknanya sehingga dapat lebih dipahami,
c. metode
mengajar akan lebih bervariasi, dan
d. siswa
akan lebih banyak melakukan kegiatan belajar.
Sedangkan
menurut Achsin (1986:17-18) tujuan penggunaan media pembelajaran adalah
sebagai berikut.
a. agar
proses belajar mengajar yang sedang berlangsung dapat berjalan dengan tepat
guna dan berdaya guna,
b. untuk
mempermudah bagi guru/pendidik daiam menyampaikan informasi materi kepada anak
didik,
c. untuk
mempermudah bagi anak didik dalam menyerap atau menerima serta memahami materi
yang telah disampaikan oleh guru/pendidik,
d. untuk
dapat mendorong keinginan anak didik untuk mengetahui lebih banyak dan mendalam
tentang materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik,
e. untuk
menghindarkan salah pengertian atau salah paham antara anak didik yang satu
dengan yang lain terhadap materi atau pesan yang disampaikan oleh guru/pendidik.
Menurut Arsyad, (2009:
15) fungsi utama dari media pembelajaran adalah “sebagai alat bantu mengajar
yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan mengajar yang ditata dan
diciptakan oleh guru”. Sedangkan menurut Kemp & Dayton dalam Arsyad (2009:
19) mengemukakan tiga fungsi utama dari media pebelajaran adalah: “(1)
memotivasi minat atau
tindakan, (2) menyajikan informasi, dan (3) memberi instruksi”.
Sedangkan manfaat
media pembelajaran dalam proses pembelajaran menurut Arsyad (2009: 25-27) adalah
sebagai berikut.
a.
Media pembelajaran dapat memperjelas penyajian pesan
dan informasi, sehingga dapat mmperlancar dan meningkatkan kualitas proses
belajar mengajar.
b.
Media pembelajaran dapat meningkatkan dan mengarahkan
siswa untuk meningkatkan motivasi belajar, karena siswa dapat berinteraksi
langsung dengan lingkungannya, dan memungkinkan siswa dapat belajar sendiri
sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
c.
Media pebelajaran dapat mengatasi keterbatasan indera,
ruang dan waktu.
d.
Media pembelajaran dapat memberikan kesamaan pengalaman
kepada siswa tentang peristiwa–peristiwa di lingkungannya.
Menurut Sadiman, dkk. (2002:16), media pengajaran dapat mengatasi
keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera, misalnya:
a.
obyek yang terlalu besar bisa digantikan dengan realita,
gambar, film, atau model,
b.
obyek yang kecil bisa dibantu dengan menggunakan
proyektor, gambar,
c. gerak
yang terlalu cepat dapat dibantu dengan timelapse atau high-speed
photography,
d.
kejadian atau peristiwa di masa lampau dapat
ditampilkan dengan pemutaran film, video, foto, maupun vcd,
e.
objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin)
dapat disajikan dengan model, diagram,
f.
konsep
yang terlalu luas (misalnya gunung berapi, gempa bumi, iklim, dan lain-lain)
dapat divisualisasikan dalam bentuk film, gambar.
Pemanfaatan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar
perlu direncanakan dan dirancang secara sistematik agar media pembelajaran itu
efektif untuk digunakan dalam proses belajar mengajar.
Menurut Sadiman, dkk (2005), ada beberapa pola pemanfaatan
media pembelajaran, yaitu sebagai berikut.
a.
Pemanfaatan media dalam situasi kelas atau di dalam
kelas, yaitu media pembelajaran dimanfaatkan untuk menunjang tercapainya tujuan
tertentu dan pemanfaatannya dipadukan dengan proses belajar mengajar dalam situasi
kelas,
b.
Pemanfaatan media di luar situasi kelas atau di luar
kelas, meliputi:
1)
pemanfaatan
secara bebas yaitu media yang digunakan tidak diharuskan kepada pemakai
tertentu dan tidak ada kontrol dan pengawasan dad pembuat atau pengelola media,
serta pemakai tidak dikelola dengan prosedur dan pola tertentu,
2)
pemanfaatan
secara terkontrol yaitu media itu digunakan dalam serangkaian kegiatan yang
diatur secara sistematik untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah
ditentukan untuk dipakai oleh sasaran pemakai (populasi target) tertentu dengan
mengikuti pola dan prosedur pembelajaran tertentu hingga mereka dapat mencapai
tujuan pembelajaran tersebut,
3)
pemanfaatan
media secara perorangan, kelompok atau massal, meliputi:
a)
pemanfaatan
media secara perorangan, yaitu penggunaan media oleh seorang saja (sendirian
saja), dan
b)
pemanfaatan
media secara kelompok, baik kelompok kecil (2-8 orang) maupun kelompok besar (9-40 orang),
c)
media dapat juga digunakan secara massal, artinya media
dapat digunakan oleh orang yang jumlahnya puluhan, ratusan bahkan ribuan secara
bersama-sama.


0 komentar:
Posting Komentar