Waktu terasa begitu cepat. Ahh.. Ya, perginya menyisakan banyak
kenangan. Rasanya seperti baru seminggu lalu saya duduk di bangku Sekolah
Dasar. Kehidupan masa kecil di kampung kecil, yang bahkan listrik pun belum ada
saat itu. Memiliki kawan-kawan yang karib, main rumah-rumahan, dengan
uang-uangan yang berasal dari dedaunan rumput.
Dulu, ya jaman saya kecil dulu, di kampung kecil
itu, main masak-masakan dengan menggunakan tanah liat yang dicampur air adalah
permainan favorit. Dulu, menyetrika baju dengan menggunakan setrika arang kayu
adalah lazim, dan Mimih selalu melakukannya. Saya juga masih ingat, ketika
punya TV dengan menggunakan aki yang tiap minggu harus diisi ulang, rasanya
sangat mewah. Masa kecil di kampung kecil, kenangan yang tak terlupakan.
Pepohonan yang rindang, udara segar yang gratis, air
yang jernih, sawah luas terbentang, persaudaraan warga. Hmmm.. Kini, beberapa
di antara tokoh masa kecil saya sudah kembali padaNya. Seorang kakek yang tanpa
di suruh selalu mencabuti rumput di pinggir jalanan berbatu, dan saya selalu
merasa kasih padanya. Istri sang kakek yang selalu mengiyakan kita –anak-anak
SD yang lewat rumahnya- jika meminta buah coklat dari pohon depan rumahnya.
Keduanya kini sudah tiada. Namun kenangan itu tak terlupakan. Begitupun dengan
salah satu Imam masjid kampung kecil itu, yang suaranya khas mendayu-dayu
ketika mengimami shalat kami. Beliaupun sudah kembali ke pangkuanNya.
Ahh.. Kampung kecil itu kini beranjak remaja. Malam
tak lagi gelap setelah ada listrik. Anak-anak tak lagi main tanah setelah punya
permainan virtual di handphone nya.
Pemuda tak lagi mencangkul di sawah setelah mengenal kota. Mereka enggan
kembali, termasuk saya mungkin. Petani yang sudah tua kini kesulitan menemukan
tenaga pembantu. Betapa cepat waktu berlalu. Terbit dan terbenamnya sang
mentari sebagai penanda terasa bagai kecepatan cahaya.
Kampung kecil itu, hampir 2 bulan tak menemuinya.
Kesibukan di tempat kerja membuat saya kesulitan untuk bernostalgia dengannya.
Rasa rindu itu kian meletup-letup. Rindu kampung kecil, rindu Mimih, Babeh, Aa,
Teteh, Alya, Pa Aki, Ma Nini, Ma Kolot, Pa Kolot, segenap saudara.
Saya sudah agendakan untuk pulang sebentar di akhir
bulan ini. Menunaikan kewajiban sebagai seorang anak, adik, dan cucu. Semoga
bisa. Amiin Allahumma Amiin..


0 komentar:
Posting Komentar