Cinta
Rasanya
begitu akrab di telinga, namun otak belum mampu mencernanya dengan baik.
Ketika
mendengar kata cinta, sedetik kemudian muncul bayangan mereka, sosok yang
mewarnai hidup. Babeh (bapak), Mimih (ibu), dan Aa. Dan sejak dua tahun lalu, bertambah
satu tokoh, Teteh (kakak ipar). Setelahnya hadirlah keponakan yang cantik,
Alya. Maka sempurnalah rasanya hidup ini. Entah do’a apa lagi yang harus
kupanjatkan pada Illahi, ketika kebahagiaan ini rasanya sangat berlebih.

